
Monday, January 25, 2010
Sultan Iskandar mangkat - diari

Sunday, January 17, 2010
Manusia..
Pertama adalah manusia bijak, yang tahu bahwa diri tahu, dengan pengetahuan yang dimilikinya di berbagi dengan sesamanya, dengan ikhlas tanpa mengharap apapun dari orang yang diberi ilmu olehnya, niatnya hanya karena Allah. Manusia jenis ini tak segan-segan untuk berbagi dengan sesama, walaupun hanya satu ayat yang dia sampaikan. Orientasi manusia bijak adalah akherat dengan tidak melupakan dunia. Manusia jenis ini tahu betul bahwa pengetahuan yang dimilikinya hanyalah titipan Allah, amanah Allah yang harus disampaikan kepada umatNya. Manusia jenis ini paling takut menyembunyikan kebenaran yang dia ketahui, apa lagi bila sumbernya dari al Qur’an dan Hadist. Manusia jenis pertama adalah teladan utama, menjadi prototype idial, karena hampir semua jenis pengetahuan di kuasainya, mulai ilmu alam, ilmu sosial dan humaniora , baginya ilmu adalah segalanya, tak ada hari tanpa pengetahuan, tak ada hari tanpa membaca, tiada hari yang terlewat untuk menambah ilmu, apa saja dipelajari dan dia kuasai, manusia jenis ini serba bisa dalam berbagai pekerjaan, karena banyaknya pengetahuan yang dia miliki.
Kedua adalah manusia pembelajar, yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, dengan mengetahui bahwa dirinya tak tahu, manusia jenis ini mau belajar untuk mengejar ketidaktahuan yang diketahui, manusia jenis ini selalu mau belajar pada siapapun dan belajar pada apapun. Manusia jenis ini maunya belajar, belajar dan belajar atau belajar sepanjang hidup. Manusia pembelajar ini terus menerus terdorong untuk belajar, karena dia merasa betul bahwa banyak sekali yang dia tidak ketahui.
Ketiga adalah manusia sombong, yang sok tahu padahal dirinya tak tahu. Manusia jenis ini sering kali memotong pembicaraan orang lain di saat bicara atau diskusi, manusia jenis ingin menunjukkan bahwa dirinya serba tahu, padahal tidak tahu. Maka seringkali ketika memotong pembicaraan orang lain dan ternyata salah. Dan ketika salah, tidak merasa dirinya salah dan tidak mau minta maaf atas kesalahannya. Manusia jenis ini seringkali merendahkan orang lain, karena dia menganggap dirinya serba tahu. Manusia yang menyebalkan ini, seringkali “merusak’ suatu acara, karena kesombongannya itu.
Keempat adalah manusia lemah, manusia jenis ini tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia lemah ini perlu dibangkitkan motivasinya untuk mencari ilmu yang tidak diketahuinya, manusia jenis ini seringkali pasif, karena dia tidak tahu apa yang mestinya dia ketahui. Kalau dalam pekerjaan, manusia jenis ini harus selalu disuruh atau diperintah, karena dia tak tahu apa yang mesti dia kerjakan, padahal itu pekerjaannya. Manusia jenis ini perlu dikasihani, bukan dimarahi,
Kelima adalah manusia tak punya semangat, manusia jenis ini tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu dan tidak mau tahu atas ketidaktahuannya, manusia jenis ini lebih parah jadi jenis yang ke lima, manusia jenis ini boleh disebut “masa bodoh ” atas segala jenis pengetahuan, untuk membangkitkan semangatnya harus extra keras… karena manusia jenis ini tidak punya motivasi intern, apapun yang dikatakan orang, dia cuekin. Nasehat orang, dianggap angin lalu. Menghadapi manusia jenis ini perlu kesabaran luar biasa, bila dikeraskan, patah, di diamkan bengkok !
Keenam adalah manusia yang tertipu, manusia jenis ini tahu bahwa dirinya tahu dan merasa cukup atas pengetahuan yang dia tahu, manusia jenis merasa sudah cukup dan dia berhenti menambah pengetahuan, seakan semua pengetahun sudah dimilikinya. Manusia yang tertipu ini merasa ilmunya sudah cukup, tak perlu belajar lagi, tak perlu membaca lagi, tak perlu menambah pengetahuan lagi, padahal masih punya waktu untuk belajar, masih sehat, masih punya dana untuk membeli buku dsb. Manusia jenis ini perlu di ingatkan bahwa “di atas langit, ada langit yang lain ” bahwa sepintar apapun seorang manusia, ada manusia lain yang lebih pintar, jadi jangan merasa pintar sendiri !
Ketujuh adalah manusia merugi, manusia jenis ini kebanykan tidak tahunya, bahkan dirinya sendiripun tak diketahuinya, dia tak mengenali dirinya sendiri, dari mana asalnya, mau kemana hidupnya, untuk apa dia hidup, kemana tujuan hidupnya, semua itu tak diketahuinya. Bagi manusia jenis ini, hidup dan mati sama aja, tak merubah apapun baginya. Manusia yang merugi orientasinya hanya dunia, tak ada kata akherat baginya, yang dikejar hanya kesenangan duniawi semata. Manusia jenis ini seperti memandang fatamorga, disangka air, ternyata panas yang membara ! Manusia jenis ini perlu diberikan bimbingan dan petunjuk, agar selamat hidupnya.
Semoga kita semua termasuk ke dalam orang golongan pertama dan diberikan pengetahuan untuk ke arah yang pertama atau orang yang bisa menjadikan manfaat untuk orang dan lingkungan sekitarnya dengan ilmu yang kita miliki ( amien )
Sunday, December 6, 2009
Zikir rindu

Apakah insani dilarang untuk bercinta?adakah terlalu banyak kisah rindu yang terpadam?kenapakah ada insan tersalah rindu?dan akhir sekali bagaimanakah untuk terus merindu walaupun seringkali dan acap kali ketemu?...pasti soalan-soalan dan pemikiran-pemikiran ini sukar dikupas sungguhpun insan yang sudah mempunyai insan dihati hatta insan yang bergelar "married''(dalam bahasa jawa) sekalipun.
Friday, November 20, 2009
Mendamba cintaMu

Oh Tuhanku
ampunkanlah,
segala dosaku.
Oh Tuhanku,
Maafkanlah,
kejahilan hambamu.
Kusering melanggar arahanMu,
dalam sedar ataupun tidak,
ku sering meninggalkan suruhanMu,
walauku sedar ku milikMu.
Oh Tuhanku
ampunkanlah,
segala dosaku.
Oh Tuhanku,
Maafkanlah,
kejahilan hambamu.
Bilakah diri ini
kan kembali,
kepada fitrah sebenar,
pagi ku ingat,
petang ku alpa.
begitulah silih berganti.
Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
yang mendamba cintaMu,
aku lemah aku jahil,
tanpa pimpinan dariMu
ku sering berjanji depanMu,
Sering jua ku mungkiri,
Ku penah menangis keranaMu
kemudian ketawa semula
Bilakah diri ini
kan kembali,
kepada fitrah sebenar,
pagi ku ingat,
petang ku alpa.
begitulah silih berganti.
Kau pengasih,
Kau penyayang,
Kau pengampun,
kepada hamba-hambaMu,
Selangkahku kepada Mu,
Seribu langkah Kau kepada ku.
Tuhan,
diri ini,
tidak layak ke syurgaMu.
tapi, tidak pula ku sanggup ke nerakaMu.
Ku takut padaMu,
ku harap jua padaMu.
Moga ku selamat dunia dan akhirat seperti Rasul dan Sahabat.....
Tuesday, November 17, 2009
Melompat lebih tinggi..

Manusia ini dijadikan dengan nafsu yang bakal menyesatkan.Akan tetapi,nafsu itu janganlah dilawan,janganlah dituruti kehendaknya.Bak kata bidalan,ikutkan kata binasa,ikutkan hati,mati..
Maka begitulah hendaknya...Maka,samada kita sedari atau tidak,sebenarnya melakuakan dosa itu cukup susah,berhabis duit,masa dan tensyan jika tersalah membuat salah.Sedangkan ianya sangat contra dengan melakukan kebaikan yang bukan sahaja merasakan ketenangan yang teramat tenang malah lebih mudah melakukannya..
Selain itu cebisan idea ini menimbulkan seribu satu persoalan,adakah dosa itu akan membuatkan kita berundur kebelakang?ya,sudah pasti,performance dalam arena yang lainnya juga akan terjejas sekiranya kita tetap melakukan dosa secara frequent-nya.Sebagai contoh,orang yang tetap melakukan maksiat sebenarnyamembinasakan dirinya sendiri dengan kegagalan dibidang yang lain.Seandainya seorang pelajar tetap melakukan maksiat,maka sudah pasti pelajarannya akan merudum,result akan teruk.Walaupun tanpa disedari,maka itulah yang berlaku.Akal fikiran yang terganggu akan menyebabkan segalanya akan mula ditarik nikmatnya oleh Yang Rabbi.
Apakah yang terjadi kepada pendakwah yang bukan sahaja berdakwah,malah melakukan dosa serentak??Ada dikalangan mereka berkata,dosa sama banyak dengan pahala..Mustahil!kita bukan penghitung dosa-pahala.Mungkin kita mahir mengira,malah pakar dalam Calculus,mathematic mahupun number theory bahkan sudah mendapat kedoktoran in mathematics pun,belum tentu boleh ,mengira pahala-dosa kiraan Tuhan Pencipta Alam.
Apakah yang terjadi sekiranya melakukan dosa,tetapi masih lagi kaya,masih lagi pandai dan tak terasa pun Tuhan mneghukum kita??Awas!!anda mungkin dalam bahaya,perbanyakkan beristighfar.Kerana itu tidak bermakna Tuhan meredhai anda walaupun melakukan dosa.Tetapi itu sebagai satu dugaan untuk anda tetap melakukan dosa.Berawaslah,takut-takut Tuhan dah tak pandang lagi kita ini,bukan sahaja hamba yang kerdil,malah hina.Sudah lah hina,tak dipandang pulak tu.Jika Tuhan dah pandang kita,kita lebih hina darikucing kurap.Awaslah teman-teman kerana mehnah dan tribulasi era ini sungguh dahsyat malah fitnah yang teramat.
Apakah alamat yang menunjukkan bahawa anda telah menjauhi keburukan dosa hina dina ini?Anda sudah mampu untuk mengorak langkah lebih jauh,MELOMPAT LEBIH TINGGI untuk melakukan paradigm dalam diri malah semakin ringan melakukan pahala,dosa semakin ditakuti dan kekhusyukan solat itu lebih terasa.Teman-teman,tinggalkanlah maksiat agar kita sama-sama untuk melompat lebih tinggi ,enggapai cita-cita tinggi Islam.
Akhir kalam,perbanyakkan amal,perkukuhkan jentera Islamiyyah atau madu` yang anda ada,duduklah dalam jemaah.Carilah lembali rakan-rakan seperjuangan amda yang boleh sama-sama menyumbang untuk agama tercinta ini.Semoga amal kita dihitung dengan kiraan berat pahala melebihi berat dosa.Wallahu`alam..
Sunday, November 15, 2009
Kemana ingin di`rempit`kan
Mereka yang berlumba juga,terdapat kaedah dan seakan-akan syarat-syarat yang dipatuhi semua pihak.Sebagai contoh,mereka akan bermain mengikut classnya yang tersendiri,motor yang berkapasiti rendah akan berlumba bersama mereka,dan berkapasiti tingi akan berlumba bersama mereka.Pelbagai akasi akan kelihatan ketika disana,para penonton yang duduk di parking lot,bersebelahan Shell pump akan menyaksikan dengan penuh khusyu`.
Itulah situasi mat rempit di Kuantan.Kita beberapa kaji faktor yang menyebabkan mereka menjadi sedemikian makhluk.Antarannya ialah:-
-kurangnya program bermanfaat untuk rakyat jelata Pahang.Kebanyakan rakyat di Pahang hidup dalam keadaan yang agak materi yang mencari dunia.Tidak terdapat program yang mengisi aktiviti mereka ketika hujung minggu.Maka,masa Malamnya itu,dipenuhi dengan pelbagai aktiviti yang tak berfaedah.melepak,dan sebagainya.
-penduduk diKuantan ini,kadar pembangunan lahiri tidak selari dengan pembangunan insani atau modal insan.Bangunan yang agak mewah berkonsepkan,pelancongan adalah aktiviti utama telah menyebabkan rakyat jelata negeri Pahang menjadikan itu adalah perkara pokok dan mengenepikan perkara lain,termasuk soal sosial anak-anak.Pembangunan duniawi perlulah seiring dengan pembangunan ukhrawi agar kelebihan dan kemajuan yang ada,tidak disalahgunakan.
-Penduduk di Pahang mempunyai terlalu banyak masa terluang.Masa terluang tersebut perlulah diisi dengan baik.Sebagai contoh,sekolah agama pendidikan perlulah ditubuhkan di negeri pahang agar anak-anak faham nilai hidup mereka sebagai hamba dan khalifah.
-Kerajaan negeri Pahang juga perlu kerap mengadakan perlumbaan secara halal agar mereka tidak ketagih merempit di jalanan.Bakat-bakat keberanian ini,perlulah disalurkan ketempatnya.Mereka mempunya peluang dan cita-cita,tetapi disalurkan pada tempat yang salah.Begitu juga dengan jurutera-jurutera tidak bertauliah dibelakang tabir yang perlu ditabik.Motor yang sepatutnya mencapai kelajuan 120km sejam mampu di upgrade sehingga kelajuan mencecah 180km sejam pada kapasiti engine 110cc sahaja!Kepakaran ini perlu dimanfaatkan malaysia
Terdapat banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan perkara ini berlaku.Malah bukan di negeri Pahang sahaja,juga di negeri-negeri lain seantero Malaysia.Sebagai insan yang faham,jauhilah perkara ini,didiklah anak-anak untuk mengihindarinya juga.Wallahu`alam
Tuesday, November 10, 2009
Melembutkan jiwa insani

Jiwa rohani manusia ini sungguh unik. Sungguhpun dari luar kelihatan serupa, akan tetapi tak semua mempunyai rasa yang sama,tak semua memikirkan perkara yang sama dan setiap jiwa insan itu berbeza lahiri dan batili.
Ada insan yang lahirnya seorang dalam keluarga yang agak keras didikannya,tetapi jiwanya lembut,hatinya lembut. Terus, terusan menjadi penyejuk. Begitu juga, ada insan yang lahirnya dalam keluarga dan persekitaran yang tenang,akan tetapi menjadi jiwa yang memberontak dan hilang pertimbangan dalam keputusan.
Akan tetapi jiwa insani itu boleh dilembutkan dengan nilai yang dapat menyantuni jiwanya. Erti sabar tak pernah dijumpai pada mulanya mungkin,tetapi dapat dipupuk dengan bacaan YAASIN setiap hari yang bakal melembutkan jiwa insan tersebut. Selain itu keredaan marahnya semakin dapat dicapai dalam keadaan dirinya yang memejanrakan dirinya dari sifat mazmumah dan berhijrah kepada mahmudah. Alhamdulillah mungkin itu yang dikatakan ketenangan hakiki.
Jiwa insani ini juga adakalanya perlu dibentuk dengan kekerasan pada beberapa kes yang mungkin kita terlepas pandang. Dan mereka ini akan menjadi lebih tunduk dari yang dahulu, lebih berhijrah dengan taubatan Nasuha. Sebagai contoh, seseorang yang pernah dicuba untuk diubati dan diubah kepada yang lebih baik, akan tetapi tidak dapat dikekang lagi kekufurannya, perlu dihukum barulah dia akan sedar. Namun,kebiasaannya Tuhan akan memberi golongan ini pengajaran yang menyakitkan yang tidak terbayang oleh kita yang mereka akan jadi sedemikian rupa.
Sungguhpun begitu, selaku manusia yang mempunyai percentage iman yang pasang surut harus berfikir dari sudut positif. Kita bukan penghukum. Hanya boleh menyampaikan dengan jiwa yang ikhlas InsyaAllah.